Assalamualaikum wr wb.
MENYINGKAP TABIR LARANGAN MAKAN & MINUM SAMBIL BERDIRI
Kita semua mungkin tau atau pernah mendengar jika di dalam ajaran islam ada sebuah larangan makan dan minum dengan berdiri yang di riwayatkan dalam sebuah hadist ;
١٧٥ - لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا
“Sungguh janganlah salah seorang dari
kamu minum sambil berdiri.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (6/110-111) dari Umar bin Hamzah: “Telah bercerita kepadaku Abu Ghithan Murri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Abu Hurairah berkata: “Telah bersabda Rasulullah e…, kemudian dia menyebutkan hadits itu dan menambahkan:
“Barangsiapa yang lupa maka hendaklah memuntahkannya.”
Saya katakan: Umar di
sini, meskipun telah dibuat hujjah
oleh Imam Muslim, namun dinilai lemah oleh
Imam Ahmad, Ibnu Ma’in, An-Nasa’i dan lain-lainnya. Oleh karena itu Al-Hafizh dalam At-Taqrib mengatakan:”Ini Dha’if”. Tetapi shahih dengan lafazh
lain. Oleh
karena itu saya memberlakukannya di sini tanpa
tambahan tersebut. Sesungguhnya hadits ini juga diriwayatkan
oleh Abu Ziyad Ath-Thihani, dia berkata: “Aku mendengar
Abu Hurairah menuturkan:
عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسّلَّمَ أَنَّهُ رَأٰٰى رَجُلاً يَشْرَبُ قَا
ءِمًا فَقَالَ لَهُ : قِهْ ، قَالَ : لِمَهْ ؟ قَالَ : أَيَسُرُّكَ أَنْ يَشْرَبَ
مَعَكَ الْهِرُّ ؟ قَالَ : لاَ ، قَالَ : فَاِنَّهُ قَدْ شَرَبَ مَعَكَ مَنْ هُوَ
شَرُّ مِنْهُ ! أَالشَّيْطَانُ !!
“Dari Nabi e, bahwa
sesungguhnya beliau melihat seorang lelaki minum dengan
berdiri. Kemudian beliau
bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!” Orang itu bertanya: “Mengapa?”Beliau bersabda: “Apakah kamu suka
jika minum bersama dengan kucing?” Orang lelaki itu menjawab:
“Tidak.” Dia bersabda lagi: “Sesungguhnya telah minum bersamamu sesuatu yang lebih buruk daripada itu, yaitu setan.”
Hadits ini
telah ditakhrij oleh Imam Ahmad (7990), Ad-Darimi
(2/121), Ath-Thahawi dalam Musykilul-Atsar (3/19) dari Syu’bah dari
Abu Ziyad.
Hadits ini shahih sanadnya. Para perawinya tsiqah,
yakni para perawi Asy-Syaikhain, kecuali Abu Ziyad. Dalam hal ini
Ibnu Ma’in megnatakan: “Ia seorang syaikh yang bagus haditsnya,” seperti keterangan dalam Al-Jarh wat-Ta’dil (4/2/373). Karena itu
perkataan Adz-Dzahabi “tidak dikenal”, adalah termasuk sesuatu yang tidak perlu diperhatikan, khususnya setelah dua imam tersebut menilainya tsiqah.
Melihat dasar Hadist di atas bisa kita simpulkan bahwa memang benar nabi melarang makan dan minum sambil berdiri.
oke tidak panjang lebar mari kita singkap tabir misteri kenapa ada larangan makan dan minum sambil berdiri dalam islam,mari kita kuak misteri ini secara ilmia.
Mari kita ungkap kebenaranya dalam ilmu ilmiah :
Sebagian orang mulai terkejut. Mereka seakan tidak percaya bahwa
larangan Rasulullah .ternyata memiliki dasar-dasar ilmiah dan logis,
dimana menurut sains ada banyak dampak negatif jika seseorang makan dan
minum dengan cara berdiri. Berikut beberapa fakta ilmiah yang berhasil diungkapkan apabila makan dan minum sambil berdiri
1. Dalam sebuah penelitian yang diadakan oleh salah satu ahli akupuntur,
dibuktikan bahwa air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk
lebih baik dibandingkan kita minum dengan cara berdiri.
Menurut penelitian tersebut, air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berbobot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum tersebut kemudian akan disalurkan ke pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu akan masuk tanpa disaring lagi dan bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika air langsung ke kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter, maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang menjadi salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.
2. Minum sambil berdiri tidak akan menyegarkan tubuh kita secara optimal dan air yang terserap akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sehingga, air tersebut tidak dapat tersebar ke seluruh organ tubuh yang lain, karena tidak sempat terpompa oleh jantung. Padahal, seperti yang kita ketahui, 80% lebih dari tubuh kita terdiri dari air.
3. Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1-2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai “Heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus.
4. Adapun alasan logis mengapa Rasululloh melarang kita makan dengan menggunakan tangan kiri sejatinya bukan sekadar berkenaan dengan nilai-nilai etika. Lebih dari itu, tangan kiri yang sering kali kita gunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas jorok, seperti bercebok, atau mengupil, menurut sains sangat rentan terhadap kuman dibandingkan dengan tangan kanan. Oleh karena itu, ada baiknya kita tidak menggunakan tangan kiri kita saat makan dan minum. Setidaknya, hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai etika atau kesopanan, sebagaimana diajarkan oleh Rasululloh SAW.
Karena alasan-alasan logis dan ilmiah itulah maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk meragukan kebenaran perintah Rasululloh SAW. untuk makan dan minum sambil duduk serta menggunakan tangan kanan. Sungguh, hadits Rasululloh SAW. tersebut kembali menunjukkan kepada kita akan keagungan diri dan kecerdasa yang beliau miliki. Jauh sebelum sains membuktikan kebenaran ilmiah di balik adab makan, Rasululloh SAW. dengan kecerdasannya telah memberikan informasi berharga bagi umatnya agar tidak makan dan minum dengan cara berdiri.
Menurut penelitian tersebut, air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berbobot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum tersebut kemudian akan disalurkan ke pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu akan masuk tanpa disaring lagi dan bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika air langsung ke kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter, maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang menjadi salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.
2. Minum sambil berdiri tidak akan menyegarkan tubuh kita secara optimal dan air yang terserap akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sehingga, air tersebut tidak dapat tersebar ke seluruh organ tubuh yang lain, karena tidak sempat terpompa oleh jantung. Padahal, seperti yang kita ketahui, 80% lebih dari tubuh kita terdiri dari air.
3. Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1-2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai “Heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus.
4. Adapun alasan logis mengapa Rasululloh melarang kita makan dengan menggunakan tangan kiri sejatinya bukan sekadar berkenaan dengan nilai-nilai etika. Lebih dari itu, tangan kiri yang sering kali kita gunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas jorok, seperti bercebok, atau mengupil, menurut sains sangat rentan terhadap kuman dibandingkan dengan tangan kanan. Oleh karena itu, ada baiknya kita tidak menggunakan tangan kiri kita saat makan dan minum. Setidaknya, hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai etika atau kesopanan, sebagaimana diajarkan oleh Rasululloh SAW.
Karena alasan-alasan logis dan ilmiah itulah maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk meragukan kebenaran perintah Rasululloh SAW. untuk makan dan minum sambil duduk serta menggunakan tangan kanan. Sungguh, hadits Rasululloh SAW. tersebut kembali menunjukkan kepada kita akan keagungan diri dan kecerdasa yang beliau miliki. Jauh sebelum sains membuktikan kebenaran ilmiah di balik adab makan, Rasululloh SAW. dengan kecerdasannya telah memberikan informasi berharga bagi umatnya agar tidak makan dan minum dengan cara berdiri.
Demikian apa yang bisa kami share kepada kawan kawan pembaca ,mudah mudahan bisa menjadi jalan memperoleh hidayah dari Allah swt. sehingga menjadi manusia yang lebih baik lagi.
sidoarjo,30-06-2015
Bloger : Moch Bahrony



No comments:
Post a Comment